Sosialisasi Proyek Toyota (D16-N-0074)Bahasa Sepa (Maluku)

posted in: umum | 0

Ambon, 23 Oktober 2017. Telah dilaksanakan Sosialisasi projek revetalisasi bahasa Sepa yang diselenggarakan oleh tim Toyota Foundation hadir dalam acara sosialisasi tersebut Sekertaris desa Sepa, dan Saniri Negeri Sepa, Ketua Yayasan Masohi, Ketua STKIP Gotong Royong Masohi dan juga Kepala Kantor Bahasa Maluku. Selain itu, tim proyek yang terdiri dari konsultan proyek Prof. James T. Collins, ketua proyek Prof. Madya Dr. Chong Shin, koordinator proyek Sepa (Ambon) Jamil Patty, M.A., koordinator proyek Mukkah (Sarawak) Dr. Tang Howe Eng, koordinator proyek Kenyabur Baru (Sintang) Dr. Herpanus, S.P., M.A serta anggota tim Sepa, kegiatan ini bertempat di Hotel Amans, kegiatan merupakan rangkaian acara pelarasan proyek Attitudes Towards Language Choice and Ethnicity: Multigenerational Divergence and Rapproachement, Toyota Foundation.
Ketua Proyek Prof. Madya Dr. Chong Shin dalam sambutanya mengatakan proyek ini untuk merevitalisasikan kembali bahasa-bahasa yang telah terjadi pergeseran dimana bahasa-bahasa daerah telah ditingalkan oleh penuturnya. Proyek ini berfokus pada tiga lokasi yaitu Bahasa Melanau Di Serawak, Malaysia, Bahasa Desa Di Sintang Kalimantan Barat dan Bahasa Sepa di Maluku Indonesia menurut Prof. Madya Dr. Chong Shin program revitalisasi yang di biayai oleh Toyota Foundation ini bertujuan untuk merapatkan kembali bahasa-bahasa yang semakin ditinggalkan oleh penuturnya Prof. Madya Dr. Chong Shin mencontohkan pada generasai muda yang berada di desa Sepa lebih memili menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Melayu Ambon daripada menggunakan bahasa daerahnya.
Sementara itu, Professor James T. Collins mengemukakan bahwa proyek internasional yang didanai oleh Toyota Foundation ini dilaksanakan di tiga titik di Malaysia dan Indonesia yakni di Mukkah (Serawak), di Kenyabur (Sintang) dan Sepa (Ambon). Meskipun merupakan proyek internasional, sengaja dipilih negara-negara dengan rumpun bahasa yang sama agar “bisa bebas dan lancar dalam menukarkan informasi” tutur Profesor James. Adapun tujuan dari proyek ini adalah memberi sokongan pada usaha mempertahankan dan melestarikan bahasa lokal, dalam hal ini bahasa Desa (Sintang), bahasa Sepa (Ambon), dan bahasa Melanau (Serawak). Pada kesempatan itu Professor James T. Collins mengatakan bahwa 30 tahun lalu bahasa Sepa masi digunakan secara menyeluruh pada semua kalangan generasi muda mahupun generasi tua tetapi pada saat ini bahasa Sepa hanya dituturkan oleh generasa tua saja, hal ini yang mendorong pihak Toyota Foundation untuk merevitalisasikan kembali bahasa Sepa yang makin hari makin terancam.
Koordinator Tim Sepa (Ambon) Jamil Patty dalam pemaparannya program-program revitalisasi bahasa Sepa yang telah dilaksanakan berupa pengambilan video dalam bahasa Sepa, pembuatan baju kaos serta program revitalisasi berupa kartu bergambar, buku mewarnai untuk PAUD dan TK, serta lomba bercerita untuk siswa SMP, SMA mahupu siswa SD semua program megunakan bahasa Sepa. Semua program yang dilaksanakan ini untuk merapatkan kembali bahasa Sepa antara generasi tua dan generasi muda.
Kepala Kantor bahasa Maluku Dr. Asrif, M.Hum, mengatakan program ini sangat membantu dalam pelestarian bahasa daerah di Maluku karena Yayasan Toyota melakukan kegiatan yang berhubungan dengan bahasa Sepa, menurut Kantor Bahasa Maluku mencatat bahwa bukan saja bahasa Sepa yang sedang terancam tetepi bahasa yang ada di Maluku secara keseluruhan dalam keadaan terancam. Lanjut beliau program revitalisas yang di gagas oleh Toyota Foundation ini sangat positif untuk mengangkat kembali bahasa Sepa yang telah ditingalakan oleh penutur muda, memon ini sangat membantu pihaknya dalam upaya mengkordinasikan antara lembaga pendidikan dan pemerintah daerah untuk melihat bahasa daerah yang kian hari ditingalkan oleh penuturnya. Menurut Dr. Asrif, M.Hum program revitalisasi ini Sepa merupakan program sangat baik dan positif untuk membangkitkan kembali semangat anak muda desa Sepa dalam mengunakan bahasa Sepa.
Pada kesempata Sosialisasi proyek Toyota Foundation, sekertaris desa Sepa menyampaikan terimah kasih kepada tim reviteliasasi bahasa Sepa yang telah memilih bahasa Sepa sebagai salah satu bahasa yang masung dalam program revitalisasi bahasa, lanjut beliau bahasa Sepa pada saat ini banyak sekali kehilangan penuturnya jangankan yang berumur 30 tahun kebawa yang berumur 40 tahun saja ada yang tidak lagi bias berbahasa Sepa dengan baik, sekertaris desa Sepa mendukung adanya program ini karena dapat menarik perhatian generasi muda Sepa untuk kembali kepada bahasa Sepa.
Attitudes Towards Language Choice and Ethnicity: Multigenerational Divergence and Rapproachement, Toyota Foundation, melibatkan berbagai lembaga perguruan tinggi yang ada di Malasya dan Indonesia dianataranya Universita Kebangsaan Malaysia (UKM), Universiti Teknologi Mara (UiTM) Sarawak, STKIP Persada Khatulistiwa Sintang, STKIP Gotong Royong Masohi, dan IAIN Ambon.

Leave a Reply